Oleh: sipirprodeo | Februari 18, 2011

Layakkah Pegawai Penjara Mendapatkan Tunjangan Remunerasi..?

Dana remunerasi

Beberapa Kementerian dan Lembaga telah menerima dana segar berupa tunjangan kinerja atau remunerasi. Tunjangan tsb dimaksudkan untuk memotivasi peningkatan kinerja PNS seiring dengan dicanangkannya program reformasi birokrasi. Tentu saja tunjangan ini adalah berita yang sangat menggembirakan yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Namun jika dilihat tabel tunjangan yang didapat, terdapat kesenjangan yang signifikan antara golongan rendah dengan golongan tinggi. Misal saja, untuk POLRI tunjangan remunerasi terendah sebesar Rp. 553.000 untuk tamtama. Namun tunjangan remunerasi untuk eselon I lebih dari Rp. 21 juta. tentu hal ini sedikit banyak menjadikan pegawai bertanya-tanya dan kecewa. padahal yang menjadi ujung tombak dan sering disorot adalah polisi yang berada di bawah. Maka jika hanya mendapat tambahan sekitar 500 ribu maka akan sangat sulit untuk merubah dan menghentikan praktek pungli dan mafia hukum khususnya di lingkup Polri.

Berikut Anggaran remunerasi untuk ke-6 Kementerian dan Lembaga Anggaran 2010 :

Anggaran remunerasi yang disetujui DPR
1. Kemenhan
Jumlah Pegawai 4450 orang
Anggaran remunerasi 1 bulan Rp 6.015.574.000
Anggaran remunerasi 6 bulan Rp 36.093.444.000
2. TNI
Jumlah Pegawai 466 773 orang
Anggaran remunerasi 1 bulan Rp 560.299.536.000
Anggaran remunerasi 6 bulan Rp 3.361.797.516.000
3. Polri
Jumlah Pegawai 415 557 orang
Anggaran remunerasi 1 bulan Rp 323.552.621.000
Anggaran remunerasi 6 bulan Rp 1.941.315.726.000
4. Kemenpan dan RB
Jumlah Pegawai 328 orang
Anggaran remunerasi 1 bulan Rp 1.165.269.000
Anggaran remunerasi 6 bulan Rp 6 .991.614.000
5. Kemenkokesra
Jumlah Pegawai 296 orang
Anggaran remunerasi 1 bulan Rp 963.912.000
Anggaran remunerasi 6 bulan Rp 5.783.472.000
6. Kemenkopolhukam
Jumlah Pegawai 350 orang
Anggaran remunerasi 1 bulan Rp 1.116.061.000
Anggaran remunerasi 6 bulan Rp 6.696.366.000
Total Pegawai : 887 754 orang
Total Perbulan : Rp 893.113.023.000
Total 6 bulan : Rp 5.358.678.138.000

Pada Bulan januari 2011 ada 6 Kementerian dan Lembaga yang mendapat rapel remunerasi.

Sedangkan untuk Anggaran 2010, masih tersisa 2 lembaga yang belum dicairkan dana remunerasinya yaitu KEMENKUMHAM dan KEJAGUNG. Dana yang dianggarakan untuk kedua lembaga tsb mencapai 1,6 triliun.

Namun pertanyaannya adalah, “pantaskah pegawai Kemenkumham mendapat remunerasi ?

Pantas tidaknya Remunerasi dapat dilihat dari beberapa segi. coba kita analisis satu-persatu :

1. Jika remunerasi dimaksudkan karena pegawai penjara kesejahteraannya kurang maka tentu ini kurang tepat.

pasalnya, gaji pegawai penjara adalah sama dengan PNS lainnya. nahkan ada beberapa tunjangan yang khusus diberikan kepada pegawai penjara. diantara tunjangan yang diperoleh yaitu :

– Tunjangan Khusus : Rp. 450.000 s/d Rp. 600.000

– Tunjangan Pemasyarakatan Rp. 240.000

– intensif malam Rp. 15.000 per malam (potong pajak).

– uang lauk-pauk (seperti PNS pusat lainnya)

Rp. 20.000 x 22 hari kerja = Rp. 440.000

 

2. Jika remunerasi dikarenakan kinerja yang kurang bagus, maka hal ini mungkin saja. sehingga pantas jika pegawai penjara mendapatkan remun untuk meningkatkan kinerja..

3. Jika remun dimaksudkan untuk meminimalisir pungli dan praktek KKN maka remunerasi sangat pantas untuk diberikan sebagai rangsangan untuk membentuk birokrasi yang sehat.

4. Jika remun juga dimaksudkan untuk memberi kompensasi terhadap beban kerja maka pegawai penjara layak mendapatkannya. karena beban kerja dan resiko yang dihadapi layak untuk mendapatkan penghargaan berupa remunerasi…

Jadi pegawai penjara dengan melihat beban kerja, sedikitnya petugas dibandingkan dengan banyaknya tahanan dan napi (bahkan ada 1 regu yang hanya terdiri dari 5 orang menjaga lebih adri 250 tahanan/napi), resiko yang dihadapi dan tentunya iming-iming yang menggiurkan dari pungli di lapas maka remunerasi layak diberikan kepada pegawai penjara, dengan harapan pegawai penjara semakin meningkatkan kinerja dan bekerja dengan bersih dan profesional..

 

 

(bersambung, insya Allah..)


Responses

  1. tetep pantas krn resikonya besar lihat saja pegawai lapas yogya y pada blm py rumah sendiri. Pdhal dah tertib

    • Oke… moga dapet Remunerasi

  2. yah jelas pantas lah,,,karna jaga napi itu bukan enak,,resikonya sangat besar klo gx turun pangkat pasti di pecat klo melakukan kslhan (pelarian),,
    klo bisa remon itu hrs cepat di cair kan,,,,krna udh brp x dpt info remon pasti keluar,,,
    tapi manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,

    klo pejabat merasa tidak mampu mengatasi ini lebih baik mundur aj dri jabatan ny,,

  3. bnyk ngemeng……kerja cuma nongkrong aja lo, klw ada kerusuhan kabur……….mo dapet remun………pikir aja pantes gak.???

  4. KENAPA TIDAK PANTAS ???? BAYANGKAN LAPAS PONTIANAK JUMLAH NAPI HAMPIR 700 ORANG YANG JAGA HANYA 7 ORANG…….GIMANA TUH SANGGUP KAH INSTANSI YANG LAIN MENJALANKANNYA ??????????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: