Oleh: sipirprodeo | Januari 5, 2011

Joki Napi, Salah Siapa ?

Kasus kasiem, salah siapa?

Kalau kita mungkin sering mendengar joki ujian CPNS, atau joki ujian lain, namun sekarang ada joki baru, ya joki narapidana. Fenomena langka ini benar-benar menggegerkan dunia penjara, karena disamping ada suatu permainan hukum juga adanya keanehan, kenapa orang mau masuk penjara karena dibayar ?

Lembaga Pemasyarakatan Bojonegoro tiba-tiba menjadi sorotan. suatu ketika ada pembezuk napi atas nama kasiem. setelah napi kasiem dipertemukan dengan pembezuk, tiba-tiba pembezuk kaget, ternyata kasiem bukan kasiem yang mereka cari. ternyata kasiem sudah berubah menjadi Karni. sontak saja berita tertukarnya napi tersebut langsung mencuat. media massa beramai-ramai memberitakan soal penukaran napi tersebut. Bahkan Pak Mentri Patrialis AKbarpun angkat bicara menyoal kasus joki napi tsb.

Siapakah yang salah? masing-masing pihak saling tuding. kalau diruntut ceritanya, kasiem ketika datang ke LP bojonegoro untuk menjalani eksekusi pidana penjara karena kasus penggelapan pupuk bersubsidi, ia datang diantar petugas kejaksaan. namun sebelum masuk LP, ia bertukar dengan karni yang belakangan diketahui bahwa karni dibayar 10 juta untuk menggantikan kasiem. lantas karni yang menyamar sebagai kasiem masuk LP melalui portir, bersama petugas kejaksaan. kemudian kasiem palsu di roll (dicek datanya) oleh petugas registrasi LP.

Tentu saja secara administrasi pihak LP tidak tahu kalau ternyata orang yang dibawa bukan kasiem asli, karena berkas yang dibawa petugas kejaksaan tidak menyertakan foto kasiem asli. Memang seperti itulah, setiap berkas tahana atau napi baik yang dibawa kepolisian, kejaksaan, maupun Pengadilan tidak dilengkapi dengan foto terdakwa/narapidana. Sehingga memang hal ini sangat rawan bisa tertukar. Apalagi petugas LP tidak mengenal tersangka. Tentu saja petugas LP akan percaya saja dengan berkas yang dibawa oleh petugas kepolisian/kejaksaan/pengadilan. tidak mungkinlah petugas LP berpraduga bahwa petugas yang membawa tersangka akan melakukan penipuan.

jadi, dari penelusuran tsb, akan terurai siapakah yang bertanggung jawab atas penukaran napi tersebut.

Tentu ini adalah kelalaian dari petugas kejaksaan yang berani menukar napi sesaat sebelum masuk LP. Namun ketika sang pengacara yang memang berusaha bagaimana agar terdakwa tidak ditahan, tiba-tiba mengatakan bahwa ide menukar napi tersebut datangnya dari petugas LP !! GUBRAK !!!

NAHLOH..! semakin ruwet aja nih kasus. daripada pusing-pusing mikirin siapa yang salah, mendingan serahkan saja kpd pihak berwenang.

Yang menarik disini adalah kenapa seorang Karni mau tinggal di LP menggantikan kasiem hanya karena dibayar 10 juta ??

Apakah karni tidak takut di penjara ?

Apakah karni sudah tahu keadaan penjara ?

Apakah karni memang sedang butuh uang ?

Atau Apakah karni sudah pernah masuk penjara ?

Yang jelas, kasus penukaran napi ini adalah yang pertama kali mencuat. Modus baru ini selayaknya dijadikan pelajaran berharga untuk semua pihak. Bagi petugas kepolisian, kejaksaan maupun pengadilan jika akan mengirim tahanan atau napi hendaknya berkasnya  dilengkapi dengan foto dan data pribadi yang lengkap. sehingga meminimalisasi terjadinya perjokian napi, atau salah orang.

Bagi petugas LP, diharapkan mengecek betul-betul dan mencocokkan antara berkas dan orangnya. termasuk kelengkapan berkas yang meliputi, surat eksekusi kejaksaan dan putusan PN. jika masih tersangka, surat perintah penanahan dari pihak yang menahan dan di cek batas waktu penahanan. jangan sampai batas waktu penahanan ternyata sudah berakhir.

Selain Itu petugas LP diharapkan mampu mengenali penghuni LP. jangan sampai tidak mengenali sehingga bisa keluar dari LP karena dikira pembezuk.

Semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: